Pengujian Safelight dengan Metode Karton (Card-Board)


Wah lama sekali nih gak posting ada yang  kangen gak nih :D….  ya maklum semester tua lg ngurusin KTI gan,,

Nih kali ini bocah radiography mau share prosedur pengujian lampu safelight di kamar gelap dengan metode karton (card-board). Apa sih sebenarnya tujuan mengguji safelight??? Tujuan pengujian safelight adalah untuk mengetahui apakah safelight yang digunakan sebagai penerangan khusus di kamar gelap itu aman ataukah tidak. Selain itu untuk menentukan waktu maksimal penanganan film yang aman di bawah paparan safeligth tanpa menimbulkan fog berlebih sehingga tidak mengurangi kualitas gambaran radiograf.

Alat dan bahan yang digunakan:

  1. Pesawat sinar-x.
  2. Kaset dan film ukuran 24 cm x 30 cm.
  3. Satu set media pengujian karton
  4. Lempengan timbal (Pb).
  5. Densitometer.
  6. Stopwatch.
  7. Light case.
  8. Alat tulis.

Prosedur pengujiannya adalah:ilustrasi karton uji safelight  1. Menyiapkan karton yang digunakan untuk tempat film yang dibentuk seperti gambar diatas. Kedua sisi karton dilipat sehingga kedua tepi film tertutup lipatan karton untuk melindungi tepi film agar tidak terkena paparan safelight.  Durasi waktu yang digunakan adalah 60 s, 50 s, 40 s, 30 s, 20 s, dan 10 s.

2. Mematikan safelight pada kamar gelap, kemudian melakukan pengisian kaset ukuran 24 cm x 30 cm dengan film radiografi dalam keadaan gelap total. Setelah itu kaset dibawa ke ruang pemeriksaan untuk dilakukan eksposi dengan sinar-x.

3. Menutup setengah kaset (daerah C dan D) secara memanjang menggunakan selembar timbal (Pb). Sehingga setengah daerah yang tidak tertutup timbal (daerah A dan B) diharapkan terkena eksposi sinar-x, sedangkan bagian yang tertutup timbal (daerah C dan D) tidak terkena ekposi sinar-x. Memberikan eksposi dengan fakfor eksposi yang menghasilkan densitas antara 0.5 sampai 1.0. Faktor eksposi yang digunakan adalah kV : 43, mA : 100, s : 0.025 dan FFD 100 cm.ilustrasi kaset pada pengujian safelight4. Meletakan karton yang telah terisi film tersebut pada meja kerja kamar gelap dengan tetap tertutup oleh karton penutup. Kemudian safelight dinyalakan sesuai petunjuk pengujian.

5. Menarik karton penutup ke bawah pada batas daerah pertama untuk menyinari bagian film yang terbuka selama 60 detik.

ilustrasi pengujian safelight6. Setelah itu menarik karton penutup ke batas daerah kedua untuk menyinari kembali bagian film yang terbuka selama 50 detik.

7. Melanjutkan langkah tersebut sampai semua daerah tersinari sesuai dengan waktu yang tertera pada penutup samping karton.

8. Sehingga lama film terkena paparan safelight adalah sebagai berikut: Daerah I   : 60 + 50 + 40 + 30 + 20 + 10 = 210 detik. Daerah II  : 50 + 40 + 30 + 20 + 10 = 150 detik. Daerah III : 40 + 30 + 20 + 10 = 100 detik. Daerah IV : 30 + 20 + 10 = 60 detik. Daerah V  : 20 + 10 = 30 detik. Daerah VI : 10 = 10 detik

9. Setelah semuanya terkena sinar, menutup kembali karton dengan karton penutup dan lampu safelight dimatikan.

10.Kemudian melakukan pemrosesan film dalam keadaan gelap total menggunakan automatic processing.

  1. hasil test ball price
    Batas toleransi film unexposed adalah selisih nilai densitas daerah C dan daerah D kurang dari atau sama dengan 0.05 (DC – DD ≤ 0.05). Sedangkan batas toleransi film exposed adalah selisih nilai  densitas daerah B dan A kurang dari atau sama dengan 0.05 (DB – DA ≤ 0.05). Apabila dari hasil pengujian terdapat nilai selisih densitas yang melebihi nilai batas toleransi, maka dapat dinyatakan terdapat fog pada radiograf.

    Dari penghitungan selisih densitas unexposed ataupun exposed dapat diketahui pula waktu yang aman untuk penanganan film di bawah paparan safelight. Untuk menentukan waktu aman penanganan film exposed, caranya yaitu dengan melihat nilai densitas pada daerah A, kemudian melihat nilai densitas di daerah B dan mencari nilai densitas pertama yang melebihi nilai 0.05 dari densitas daerah A. Jumlah waktu paparan safelight pada daerah itulah yang menunjukan waktu maksimum yang aman untuk penanganan film exposed.

    Untuk menentukan waktu aman penanganan film unexposed di bawah paparan safelight, caranya hampir sama seperti cara menentukan waktu aman penenganan film exposed yaitu dengan melihat nilai densitas pada daerah D, kemudian melihat nilai densitas di daerah C dan mencari nilai densitas pertama yang melebihi 0.05 dari nilai densitas daerah D. Melihat jumlah waktu paparan safelight di daerah tersebut sebagai waktu maksimum yang aman untuk penanganan film unexposed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s