Teknik Pemeriksaan Radiografi Shoulder Joint. (Bag 2)

Pemeriksaan shoulder joint adalah teknik pemeriksaan menggunakan sinar x untuk melihat struktua anatomi dari sendi bahu. Pemeriksaan ini dilakukan dengan beberapa proyeksi, yaitu proyeksi Antero Posterior (AP) external, neutral dan internal rotation humerus. transthoracic lateral, Antero Posterior (AP) axial,  Antero Posterior (AP) oblique, Superoinferior Axial, Skapula Y atau Proyeksi Posterior Anterior (PA) Oblique, Inferosuperior Axial (West Point Method), Inferosuperior axial (Clement Method), dan Inferosuperior axial (Lawrence Method dan Rafert Modifikasi).

Proyeksi Superoinferior Axial

Posisi Pasien   : Pasien duduk di ujung meja pemeriksaan pada tempat duduk atau kursi yang agak tinggi untuk memudahkan pasien ekstensi shoulder yang akan diperiksa dan ditempatkan di atas kaset.

Posisi pasien superoinferior axialPosisi Obyek   : Tempatkan kaset pada ujung meja pemeriksaan dan sejajar dengan meja. Atur pasien agar menyondongkan tubuh kearah lateral diatas kaset sampai shoulder joint diatas pertengahan kaset. Fleksikan siku pasien 90o dan tempatkan tangan pada posisi prone. Miringkan kepala pasien kearah bahu yang tidak diperiksa. Untuk menghasilkan lateral caput humeri yang tepat, atur sedikit anterior atau posterior tubuh condong untuk menempatkan epicondilus humerus pada posisi vertical.

Pengaturan Sinar   : Arah sinar disudutkan 5o-15o melewati shoulder joint dan kearah siku

S I D   :  100 cm.

Ukuran Kaset : 18×24 cm membujur untuk memusatkan shoulder joint dengan tepat pada kaset.

Kriteria Radiograf :

Kriteria radiograf yang dihasilkan pada posisi ini yaitu akan tampak skapulohumeral joint terbuka (tidak akan terbuka pada pasien dengan kemampuan memfleksikan bahu terbatas). Tampak processus coracoideus terproyeksikan di atas clavicula. Tuberculum minor  tergambar dan acromiohumeral joint diantara caput humerus.

Skapula Y atau Proyeksi Posterior Anterior (PA) Oblique

Posisi RAO/LAO

Proyeksi ini dideskripsikan oleh Rubin, Gray, dan Green. Nama proyeksi ini diambil dari gambaran skapula yang dihasilkan. Proyeksi ini digunakan pada efaluasi pada suspect dislokasi shoulder.

Posisi Pasien   : Posisi pasien bisa dengan erect atau recumbent, tapi posisi erect lebih baik. Ketika pasien dalam keadaan sakit parah, bisa dimodifikasi dengan merubah posisi anterior oblique menjadi posterior oblique.

Posisi Obyek   : Posisi dari sisi anterior bahu yang akan di periksa menempel pada bucky stand. Putar tubuh pasien sehingga midcoronal plane membentuk sudut 45o-60o dari kaset. Posisi lengan tidak terlalu diperhatikan karena tidak akan mengubah hubungan caput humeri pada cavitas glenoidalis. Raba skapula dan tempatkan sisi rata agar tegak lurus kaset.

Pengaturan Sinar   : Arah sinar tegak lurus pada skapulohumeral joint.

S I D   :  100 cm.

Ukuran Kaset          :  24×30 cm

Kriteria Radiograf   :

Radiograf yang akan tampak pada posisi ini adalah tidak adanya superposisi corpus skapula dengan rongga thorax. Akromion tergambar pada posisi lateral dan bebas superposisi. Coracoid mungkin superposisi atau terproyeksi di bawah klavicula. Gambaran skapula dalam posisi lateral.

Proyeksi Inferosuperior Axial . (West Point Method)

Posisi Pasien   : Atur pasien dalam posisi prone dengan  diberi bantalan pada bahu yang diperiksa kira-kira 7.6 cm. Kemudian putar kepala pasien menjauhi sisi bahu yang diperiksa.

Posisi Obyek   : Abduksikan lengan sampai 90o putar sampai lengan bawah menggantung di ujung meja pemeriksaan atau bucky table. Tempatkan kaset secara vertikal pada aspek superior shoulder dengan tepi kaset menempel leher. Beri bantalan pada kaset dengan sandbag atau penyangga kaset vertikal.

Pengaturan Sinar   : Arah sinar diatur dengan penyudutan ganda yaitu 25o anterior dari bidang horisontal dan 25o dari garis medial. Pusat sinar masuk kira-kira 13 cm dan 3.8 cm medial ke tepi dari acromial dan keluar dari cavitas glenoidalis.

S I D   :  100 cm.

Ukuran Kaset  : 18×24 cm melintang ditempatkan vertikal bersentuhan dengan sisi superior shoulder.

Kriteria Radiograf   :

Proyeksi ini akan menghasilkan gambaran radiograf seperti caput humeri yang terproyeksikan bebas dari processus coracoideusArticulation di antara caput humeri dan cavitas glenoidalis tampak. Serta acromion superposisi di atas bagian posterior caput humeri.

Proyeksi Inferosuperior axial.  (Clement Method)

Posisi Pasien   : Ketika posisi supine atau prone tidak mungkin dilakukan, Clements menganjurkan pemeriksaan radiografi menggunakan posisi lateral recumbent pada sisi yang tidak diperiksa. Fleksikan pinggul dan lutut pasien untuk fiksasi.

Posisi Obyek   : Abduksikan lengan yang diperiksa sampai 90o keatas. Tempatkan kaset pada sisi superior shoulder pasien kemudian pegang kaset menggunakan tangan yang tidak diperiksa atau dengan penyangga kaset.

Pengaturan Sinar   : Arah sinar horisontal menuju midcoronal plane melewati daerah midaxillary dari bahu. Sudutkan 5o‑15o ke arah medial ketika pasien tidak bisa abduksi lengan sampai 90o.

S I D   : 100 cm.

Ukuran Kaset  : 18×24 cm ditempatkan pada posisi vertikal dan menempel sisi superior shoulder.

Proyeksi Inferosuperior axial. (Lawrence Method dan Rafert Modifikasi)

Posisi Pasien   : Posisikan pasien dalam posisi supine dan angkat kepala, bahu dan siku sampai 7.6 cm.

Posisi Obyek   :

1. Lawrence Method

Sebanyak mungkin, abduksikan sisi lengan yang diperiksa. Jaga humerus agar tetap pada posisi eksorotasi dan atur lengan bawah dan telapak tangan senyaman mungkin. Atur kepala pasien agar diputar menjauhi sisi bahu yang diperiksa jadi kaset dapat ditempatkan pada tepi bahu dan sedekat mungkin dengan leher. Sokong posisi kaset menggunakan sandbag atau gunakan penyangga kaset vertikal.

2. Rafert Modivication

Dislokasi anterior pada caput humeri dapat menghasilken fraktur kompresi berbentuk baji dari permukaan persendian caput humeri yang disebut Hill-Sachs defect. Fraktur ini akan terletak di posterolateral caput humerus. Rotasi eksternal lengan yang berlebihan diperlukan untuk melihat kelainannya. Pengaturan posisi pasien yang tepat seperti pada Lawrence method, eksorotasi lengan sampai telapak tangan membntul 45o oblik. Sampai ibu jari mengarah kebawah. Bantu pasien saat memutar lengan agar tidak terlalu banyak tekanan pada shoulder joint.

Pengaturan Sinar   :

1. Lawrence Method

Arah sinar horisontal masuk axilla menuji daerah acromioclavicular joint. Derajat kemiringan arah sinar tergantung pada besarnya abduksi lengan. Besarnya kemiringan biasanya 15o-30o

2. Rafert Modification

Arah sinar horisontal dan menyudut kira-kira 15o kearah medial, masuk ke axilla dan melewati acromioclavikular joint.

S I D   :  100 cm

Ukuran Kaset  : 24×30 cm melintang dan tempatkan pada posisi vertical menempel pada sisi superior shoulder yang diperiksa.

Kriteria Radiograf   :

Gambaran radiograf yang terbentuk pada proyeksi ini yaitu gambaran scapulohumeral joint yang sedikit overlaping. Gambaran tuberculum minor nampak lebih anterior. Acromioclavicular joint, acromion dan ujung acromion dari clavikula terproyeksikan melalui caput humeri. Jaringan lunak pada axilla dengan trabecula tulang tampak jelas.

9 thoughts on “Teknik Pemeriksaan Radiografi Shoulder Joint. (Bag 2)

  1. maaf sebelum’y…mau nanya ni bang, Seandai’y terjadi trauma pada daerah shoulder? kemungkinan mlakukan proyeksi2 tersebut kan kecil kemungkinan UntuK d lakukan! dlm proyeksi AP saja apakah memungkinkan? thanks.

    1. sebelumnya saya ucapkan terimakasih sudah mampir blog saya..
      nah proyeksi2 itu memiliki tujuan tersendiri. penggunaan proyeksi itu di tiap rumah sakit berbeda trgantung dokter radiolog. pada pemeriksaan shoulder joint proyeksi yeng sering digunakan yaitu proyeksi AP dengan endo rotasi dan Ap dengan eksorotasi.. mungking itu yang bisa saya jelaskan misal belum jelas dapat ditanyakan kembali
      terimakasih..🙂

  2. mau tanya, untuk pemeriksaan radiografi pada shoulder ada posisi axillary view ga ? mungkin kakak tahu axillary view itu menggunakan teknik / posisi apa ya?

  3. Assalamu’alaikum..
    saya mau tanya
    kalo metode stryker view itu kayak gimana ya ?
    terus kalo klinisnya OA sama Recurrent dislokasi itu bisa d buat proyeksi apa aja? makasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s