Teknik Pemeriksaan Radiografi Shoulder joint. (Bag 1)

Wah lama tak berjumpa… Kali ini saya ingin berbagi ilmu mengenai Teknik Pemeriksaan Radiografi Shoulder Joint semoga bisa membantu temen-temen yang pengen tau tentang pemeriksaan ini. Ayo ikuti terus bocah radiography..

Pemeriksaan shoulder joint sendiri dilakukan dengan beberapa proyeksi, yaitu proyeksi Antero Posterior (AP) external, neutral dan internal rotation humerus. transthoracic lateral, Antero Posterior (AP) axial,  Antero Posterior (AP) oblique, Superoinferior Axial, Skapula Y atau Proyeksi Posterior Anterior (PA) Oblique, Inferosuperior Axial (West Point Method), Inferosuperior axial (Clement Method), dan Inferosuperior axial (Lawrence Method dan Rafert Modifikasi). Nah untuk lebih jelasnya ayo simak artikel di bawah ini.

Proyeksi Anterior Posterior (AP)

Posisi pasien   : Pasien diposisikan pada posisi erect atau supine. Shoulder. Pada lengan yang diperiksa, apakah terjadi traumatik atau hanya patologik, hal ini sangat sensitif bila digerakan dan ditekan. Untuk alasan diatas posisi pasien erect lebih baik digunakan jika pasien memungkinkan.

Posisi Obyek   : Pusatkan shoulder joint pada pertengahan kaset. Kemudian atur posisi kaset sehingga pusat kaset setinggi 2.5 cm inferior procesus coracoideus. Jika diperlukan untuk mengatasi lekukan dari punggung dan struktur shoulder yang miring maka cukup memutar sedikit tubuh pasien untuk menempatkan corpus skapula agar sejajar bidang kaset. Untuk proyeksi Anterior posterior ini ada tiga macam yaitu :

1. Eksorotasi Humerus

Pasien diminta untuk memposisikan tangan supinasi, lalu diangkat sedikit dan dirotasi sehingga epicondilus sejajar dengan bidang kaset. Eksorotasi seluruh lengan dari posisi netral menempatkan shoulder dan seluruh humerus pada posisi true anatomi

2. Netral Rotasi Humerus

Perintahkan pasien manempatkan telapak tangan  pada pangkal paha. Posisi dari humerus yang sedikit posisi internal dan neutral, menempatkan  epicondilus pada sudut kira-kira 450 terhadap bidang kaset.

3. Endorotasi Humerus

Pasien diminta untuk memfleksikan elbow, merotasikannya ke dalam dan punggung tangan berada pada pangkal paha. Kemudian atur lengan sampai epicondilus tegak lurus bidang kaset.

Pengaturan sinar       : Arah sinar tegak lurus kaset pada titik bidik 2.5 cm inferior dari processus coracoideus.

SID       : 100 cm

Ukuran Kaset             : 24×30 cm melintang

Kriteria Radiografi     : Hasil gambaran radiograf menampakkan tulang dan struktur jaringan lunak dari shoulder dan proksimal humerus pada posisi anatomi. Tampak superior skapula, setengah lateral klavikula, dan proksimal humerus. Tampak juga jaringan lunak sekitar shoulder dengan detail trabecular tulang.

  1. Eksorotasi      : Tampak gambaran caput humeri, tuberculum mayor tergambar pada aspek lateral humerus. Scapulohumeral joint tervisualisasi sedikit overlaping dari caput humeri pada cavitas glenoidalis. Garis luar dari tuberculum minor diantara caput humeri dan tuberculum mayor.                                                                                  
  2. Neutral rotasi  : Tuberculum mayor sebagian superposisi dengan caput humeri, tampak caput humeri tervisualisasi sebagian. Caput humeri sedikit overlaping dengan cavitas glenoidalis.                                                                                   
  3. Endorotasi      : Tuberculum minor tampak pada gambaran dan pada ujung medial. Garis luar dari tuberculum mayor superposisi dengan caput humeri. Humerus yang overlap dengan cavitas glenoidalis lebih besar daripada pada posisi eksorotasi dan netral rotasi.                                                                                   

Proyeksi Lateral Transthoracic

Metode ini digunakan bila terjadi trauma sehingga lengan tidak dapat dirotasi ataupun diangkat.

Posisi pasien   : Meskipun posisi ini dapat dilakukan dengan posisi pasien erect atau supine, akan tetapi posisi erect lebih mudah dilakukan pada pasien trauma. Itu juga akan memudahkan mengatur shoulder joint agar lebih akurat. Untuk posisi erect, duduk, atau tegak pasien diposisi lateral menggunakan grid vertikal. Jika posisi erect tidak bisa dilakukan, atur pasien pada posisi recumbent dengan diberi pengganjal dengan bahan radiolucent untuk mengangkat kepala dan shoulder.

Posisi  Obyek  : Angkat lengan pasien yang tidak diperiksa letakkan lengan bawah diatas kepala dan angkat shoulder sebisa mungkin. Angkat shoulder yang tidak diperiksa dan turunkan sisi shoulder yang diperiksa, memisahkan shoulder agar tidak terjadi superposisi. Pastikan mid coronal plane tegak lurus kaset. Pusatkan kaset pada daerah colum surgical humerus. Untuk mencegah pergarakan yang tidak disengaja, dapat digunakan teknik pernapasan. Pada keadaan ini, intruksikan pasien untuk melakukan napas pelan kemudian napas dalam. Waktu eksposure minimum 3 menit (4 sampai 5 menit lebih diinginkan) akan memberikan hasil yang memuaskan ketika menggunakan mA rendah.

Pengaturan Sinar : Arah sinar tegak lurus kaset masuk pada mid coronal plane setinggi colum surgicalis. Jika pasien tidak dapat mengangkat shoulder yang tidak diperiksa, sudutkan arah sinar chepalad 10o -15o untuk mendapatkan radiograf yang sebanding.

SID :  100 cm

Ukuran Kaset :  24×30 cm membujur

Kriteria Radiograf : Pada proyeksi ini akan tampak proksimal humerus, gambaran skapula, clavikula, dan humerus terlihat di dalam lapangan paru. Gambaran skapula superposisi penuh dengan spina thoracalis. Clavicula dan humerus yang tidak sakit terproyeksikan diatas bahu yang dekat dengan kaset.

Proyeksi Antero Posterior (AP) axial

Posisi Pasien   : Posisikan tubuh pasien pada posisi erect atau supine.

Posisi Obyek   : Pusatkan skapulohumeral joint dari shoulder yang diperiksa pada garis tengah kaset.

Pengaturan Sinar : Langsung menuju skapulohumeral joint, disudutkan chepalad 35o

S I D     :  100 cm.

Ukuran Kaset :  18×24 cm melintang

Kriteria Radiograf : Pada posisi ini akan menghasilkan gambaran radiograf scapulohumeral joint, proksimal humerus, dan akan tampak clavikula diatas angulus skapula superior.

Proyeksi Antero Posterior (AP) oblique

Posisi Pasien   : Untuk mencapai posisi ini dangan posisi erect atau supine. Posisi erect akan lebih memudahkan pasien dan memudahkan pengaturan objek yang tepat.

Posisi Obyek   : Pusatkan kaset pada humeroskapular joint. Putar posisi pasien kira-kira 35o-45o kearah sisi yang diperiksa. Atur derajat rotasi untuk menempatkan skapula sejajar dengan bidang kaset. Posisi ini membuat caput humeri bersinggungan dengan kaset. Jika pasien dalam posisi supine tubuh pasien mungkin membutuhkan rotasi lebih dari 45o untuk menempatkan skapula sejajar kaset. Abduksikan lengan sedikit endorotasi dan tempatkan telapak tangan pada perut.

Pengaturan Sinar  : Atur arah sinar tegak lurus cavitas glenoidalis pada 5 cm inferior dari superolateral border shoulder.

S I D  :  100 cm.

Ukuran Kaset :  18×24 cm melintang

Kriteria Radiograf      : Tampak membuka, jarak antara caput humeri dengan cavitas glenoidalis. Tampak jelas jaringan lunak pada sekitar skapulohumeral joint dengan detail trabecula pada cavitas glenoidalis dan caput humeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s