Teknik Pemeriksaan Uretrografi

Pemeriksaan Uretrografi adalah pemeriksaan radiologi untuk uretra dengan menggunakan media kontras positif yang diinjeksikan ke uretra proksimal secara retrograde, dengan tujuan untuk melihat anatomi, fungsi dan kelainan pada uretra.

Indikasi

  • Striktur
  • Retensi urine
  • Kelainan kongenital
  • Fistule
  • Tumor
  • Batu uretra

Kontra indikasi

  • Infeksi akut
  • Radang uretritis akut
  • Radang prostat
  • Penderita terdapat riwayat alergi kontras

Persiapan Pasien

Pada dasarnya tidak ada persiapan khusus hanya saja pasien disuruh kencing sebelum pemeriksaan, fungsinya agar kontras tidak bercampur dengan urine yang menyebabkan densitas tinggi, kontras rendah menyebabkan gambaran lusent sehingga kandung kemih tidak dapat dinilai (Bontrager, 2001).

Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan untuk pemeriksaan uretrografi retrograde yang harus dipersiapkan antara lain : Pesawat sinar x, kaset dan film, grid, marker, tensi meter, tabung oksigen, baju pasien.

Pada pemeriksaan uretrografi retrograde perlu dipersiapkan alat untuk memasukkan media kontras, terdiri alat bantu steril dan non steril. Alat steril yang diperlukan antara lain : spuit 20 cc, kassa, kapas alkohol, anti histamine, kateter, gliserin. Sedangkan alat bantu non steril antara lain : bengkok, plester dan sarung tangan (Bontrager, 2001).

Media kontras yang digunakan adalah media kontras positif iodine water souluble. Media kontras dicampur larutan fisiologis dengan perbandingan 1 : 1.

Teknik Pemeriksaan Uretrografi

Menurut Bontrager, (2001) teknik pemeriksaan uretrografi adalah sebagai berikut :

1.  Foto Pendahuluan (Polos)

Dilakukan sebelum media kontras dimasukkan dengan tujuan untuk  mengetahui persiapan pasien, mengetahui struktur keseluruhan organ sebelum  dimasukkan media kontras, mengetahui ketepatan posisi dan menentukan faktor eksposi selanjutnya.

Posisi Pasien : Tidur telentang (supine) di atas meja pemeriksaan dengan MSP diatur tepat diatas pada garis tengah meja pemeriksaan, dua kaki lurus  dan kedua tangan disamping tubuh. Posisi Objek batas atas kaset krista iliaka dan batas bawah kaset sympisis pubis.

Kaset : ukuran kaset 24×30 cm Arah sinar tegak lurus dengan kaset. Titik bidik 5 cm diatas symphisis pubis. Jarak fokus dengan film 100 cm. Eksposi dilakukan pada saat ekspirasi dan tahan nafas.

Kriteria : Terlihat seluruh bagian dari kandung kemih, uretra dan gambaran dari tulang pelvis.

Setelah dilakukan foto pendahuluan (polos) , langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pemasukan media kontras yaitu dengan cara media kontras dimasukkan kandung kemih dengan menggunakan kateter yang telah terpasang melalui uretra kemudian media kontras dimasukkan perlahan dengan spuit. Pengambilan radiograf dilakukan pada saat bersamaan media kontras dimasukkan ke uretra. Proyeksi yang digunakan adalah AP (antero posterior), oblik kanan dan kiri.

2.  Proyeksi AP

Tujuan dari proyeksi AP adalah untuk melihat kandung kemih dan seluruh bagian uretra dari pandangan anterior.

Posisi pasien : supine diatas meja pemeriksaan, MSP diatur tetap diatas garis tengah pemeriksaan. Posisi objek batas atas kaset krista iliaka, batas bawah kaset sympisis pubis.

Kaset : ukuran 24 x 30 cm, dengan arah sinar tegak lurus kaset atau film, titik pusat sinar 5 cm di atas symphisis pubis. Jarak fokus dengan film 100 cm. Eksposi dilakukan pada saat ekspirasi dan tahan nafas.

Kriteria : Tampak tulang pelvis, ilium, ischium, sacrum dan symphisis pubis. Tampak rongga pelvis, tampak kandung kemih dan uretra yang terisi media kontras dengan kandung kemih tidak superposisi dengan symphisis pubis.

3.  Proyeksi Oblik kanan dan kiri

Tujuan dari proyeksi oblik kanan atau kiri adalah untuk menilai bagian uretra dan kandung kemih tidak superposisi dengan simpisis pubis.

Posisi Pasien : tidur terlentang (supine) di atas meja pemeriksaan  daerah panggul diatur miring kira-kira 35–40 derajat, kekanan/kekiri sesuai dengan posisi oblik yang dimaksud. Salah satu tangan berada di samping tubuh, lengan lainnya di tempatkan menyilang sambil berpegangan pada tepi meja pemeriksaan. Batas atas kaset pada krista iliaka, batas bawah kaset 2 cm di bawah simpisis pubis

Kaset : ukuran 24 x 30 cm dengan arah sinar vertikal tegak lurus kaset. Titik bidik 2 cm arah lateral kanan-kiri dari pertengahan garis yang menghubungkan kedua SIAS dengan MSP menuju tengah kaset atau sejajar dengan border symphisis pubis. Jarak fokus ke film 100 cm. Eksposi dilakukan pada saat ekspirasi dan tahan nafas.

 

About these ads

Tentang bocahradiography

Radiografer Muda lulusan DIII Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Purwokerto Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
Tulisan ini dipublikasikan di Teknik Radiografi dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s