Teknik Pemeriksaan Radiografi Abdomen Non Acut (Abdomen Persiapan)

Kali ini kita akan membahas tentang pemeriksaan Abdomen. Untuk pemeriksaan abdomen sendiri dibagi menjadi dua kelompok yaitu Abdomen acut dan Abdomen non acut (Abdomen persiapan). Nah untuk sekarang kita belajar tentang teknik pemeriksaan radiografi abdomen non acut. Untuk pemeriksaan abdomen non acut (abdomen persiapan) ini menggunakan proyeksi AP (Anteroposterior), proyeksi AP (Anteroposterior) setengah duduk, proyeksi LLD (Left Lateral Dcubitus), proyeksi Lateral dan proyeksi Dorsal Decubitus. Untuk lebih jelasnya ayo simak terus. :)

Pemeriksaan abdomen non acut ini biasa disebut pemeriksaan abdomen persiapan. Dari nama itu brarti untuk teknik pemeriksaan ini membutuhkan persiapan. Persiapan-persiapan untuk pemeriksaan ini meliputi :

  • 1-2 hari sebelum pemeriksaan pasien melekukan diet makanan berserat kasar. Oleh karena itu hanya boleh makan-makanan yang lunak dan tidak mengandung serat kasar seperti bubur kecap.
  • 12. jam sebelum pemeriksaan meminum obat dulkolak dan dilanjutkan puasa sampai jalanya pemeriksaan.
  • 4 jam sebelum pemeriksaan pasien diberi dulkolak kembali untuk membersihkan sisa faes agar benar-benar bersih.
  • Dalam puasa pasien dilarang berbicara dan merokok untuk mengurangi udara dalam usus.
  • Pagi harinya pasien dilavenment untuk menuntaskan fases dalam usus.

Proyeksi AP (Anteroposterior)

Persiapan pasien:

Lepas dan singkirkan benda-benda metal yang berada di daerah ekpose yang dapat mengganggu gambaran radiograf.

Kaset                  : Ukuran kaset yang digunakan adalah kaset dengan ukuran 30×40 cm

Posisi Pasien   :

Pasien tiduran / supine di meja pemeriksaan dengan MSP tubuh diatur agar berada pada garis tengah meja.

Posisi Obyek  :

Kedua kaki lurus dan beri pengganjal di bawah knee. Kedua tangan diletakkan di samping badan. Atur dan pastikan Abdomen true AP (tidak ada rotasi pada abdomen). Atur batas atas kaset setinggi Processus xipoideus dan batas bawah kaset setinggi simpisis pubis.

Central Ray   :

Sinar siarahkan tegak lurus kaset

Central Point :

Atur titik bidik pada umbilikus atau setinggi vertebra lumbal 3-4.

FFD                : 100 cm

Ekspose          : Dilakukan disaat pasien ekspirasi dan tahan nafas

Kriteria Radiograf    :

  •  Tampak kontur liver (hati), ginjal, dan keadaan dalam abdomen, tampak sedikit costae dan prosesus spinosus, columna vertebrae pada satu garis lurus
  •  Jika pasien tidak mengalami rotasi maka tampak prosesus spinosus pada pertengahan vertebrae lumbal, kedua SIAS terlihat simetris, os iliaca simetris. Selain itu, pada radiograf juga menunjukkan gambar soft tissue seperti lapisan “pro peritoneal fat”, muskulus psoas dan diafragma.

Proyeksi AP (Antroposterior) Setengah Duduk

Persiapan pasien:

Lepas dan singkirkan benda-benda metal yang berada di daerah ekpose yang dapat mengganggu gambaran radiograf.

Kaset              : Kaset yang digunakan adalah kaset ukuran 30×40 cm

Posisi Pasien   :

Pasien diposisikan setengah duduk dengan memberi bantalan dibawah bahu pasien atau dengan mengatur kemiringan meja pemeriksaan. Atur MSP tubuh berada pada pertengahan kaset.

Posisi Obyek  :

Letakkan kedua lengan berada di samping tubuh dan usahakan tidak ada rotasi pada shoulder dan pelvis agar posisi abdomen tidak ada rotasi.

Central Ray   :

Atur arah sinar agar tegak lurus terhadap kaset.

Central Point :

Pusat sinar pada ± 2 inchi di atas krista iliaka. Usahakan diafragma tidak terpotong.

FFD                : 100 cm.

Ekpose          : Lakukan saat inspirasi penuh dan tahan napas.

Kriteria Radiograf:

  • Tampak kedua diafragma dan bagian bawah abdomen
  • Tampak udara bebas di hemidiafragma kanan
  • Gaster terisi udara dan terdapat air fluid level pada fundus

Proyeksi LLD (Left Lateral Decubitus)

Kaset              :

Ukuran kaset yang digunakan adalah kaset dengan ukuran 30×40 cm

Persiapan pasien:

Lepas dan singkirkan benda-benda metal yang berada di daerah ekpose yang dapat mengganggu gambaran radiograf.

Posisi Pasien   :

Posisikan pasien agar tidur miring (recumbent) pada sisi kiri, kepala diberi bantal untuk kenyamanan pasien. Atur MSP tubuh sejajar dengan kaset.                                                       

Posisi Obyek  :

Atur kedua knee fleksi maksimal untuk fiksasi dan letakkan kedua lengan di atas adtau di samping kepala.pastikan tidak ada rotasi pada pelvis atau shoulder. Letakkan kaset di belakang, menempel pada punggung pasien dan harus mencakup bagian atas abdomen (diafragma).

Central Ray   :

Atur arah sinar horisontal tegak lurus terhadap kaset.

Central Point :

Atur pusat sinar di tengah kaset pada ± 2 inchi di atas krista iliaka.

FFD                : 100 cm.

Ekpose            : Lakukan saat inspirasi penuh dan tahan napas.

NB                   : Luas lapangan penyinaran tidak boleh memotong bagian atas abdomen.

Kriteria Radiograf:

  

  • Tampak bayangan daerah abdomen (liver, ginjal, hati) dan air fluid level, tampak diafragma, tampak udara bebas pada abdomen.

Proyeksi Lateral

Kaset              :

Ukuran kaset yang digunakan adalah kaset dengan ukuran 30×40 cm

Persiapan pasien:

Lepas dan singkirkan benda-benda metal yang berada di daerah ekpose yang dapat mengganggu gambaran radiograf.

Posisi Pasien   :

Posisikan pasien agar tidur miring (recumbent) ke salah satu sisi kanan atau kiri, berikan bantalan pada kepala untuk kenyamanan pasien.

Posisi Obyek  :

Atur elbow flexi, lengan ditarik ke atas, knee dan hip flexi, berikan bantalan di antara kedua knee untuk mempertahankan posisi lateral. Sejajarkan midcoronal plan (MCP) dengan meja pemeriksaan. Pastikan pelvis dan thorak tidak ada rotasi.

Central Ray   :

Atur arah sinar tegak lurus terhadap kaset.

Central Point :

Atur pusat sinar di tengah kaset pada ± 2 inchi di atas krista iliaka.

FFD                : 100 cm.

Kriteria Radiograf:  

  • Diafragma dan bagian bawah abdomen terlihat.
  • Batas air dan udara (air-fluid level) di abdomen dengan detail soft tissue dan tampak di anterior abdomen

Proyeksi Dorsal Decubitus

Kaset              :

Ukuran kaset yang digunakan adalah kaset dengan ukuran 30×40 cm

Persiapan pasien:

Lepas dan singkirkan benda-benda metal yang berada di daerah ekpose yang dapat mengganggu gambaran radiograf.

Posisi Pasien   :

Posisikan pasien agar tidur Supine di atas meja pemeriksaan. Lengan pasien di tarik ke atas sehingga terletak di samping kepala dan tekuk knee untuk kenyamanan pasien.

Posisi Obyek  :

Atur dan angkat pasien sehingga tepat pada pertengahan grid kemudian pastikan tidak ada rotasi pada pelvis ampai shoulder (jarak kedua sias ke meja harus sama). Atur ketinggian grid sehingga midcoronal plan (MCP) sejajar dengan  pertengahan grid.

Central Ray   :

Atur arah sinar horisontal tegak lurus terhadap kaset.

Central Point :

Atur pusat sinar 5 cm di atas krista iliaka

FFD                : 100 cm.

Ekpose            : Lakukan saat inspirasi penuh dan tahan napas.

Kriteria Radiograf:  

  • Diafragma dan bagian bawah abdomen terlihat
  • Batas air dan udara di abdomen dengan detail soft tissue dan tampak di anterior abdomen
About these ads

Tentang bocahradiography

Radiografer Muda lulusan DIII Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Purwokerto Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
Tulisan ini dipublikasikan di Teknik Radiografi dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.